Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

Proses Pengembangbiakan Hewan / Proses Tempat Pembuahan Janin







Teman-teman kali ini saya akan menulis tentang perkembangbiakan hewan dengan proses perkawinan. Perkembangbiakan generatif pada hewan diawali dengan perkawinan atau pembuahan. Pembuahan adalah peleburan antara ovum dengan sperma. Setelah terjadi pembuahan terbentuklah zigot. Zigot adalah sel telur yang telah di buahi. Selanjutnya zigot tumbuh menjadi janin, kemudian janin tumbuh menjadi anak atau individu baru.


Hewan dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) kelompok berdasarkan tempat pertumbuhan janinnya :

1. Perkembangbiakan hewan dengan melahirkan (Vivipar)
Ciri-cirinya sebagai berikut :
- Janin tumbuh di dalam rahim induk betina (masa kehamilan)
- Janin memperoleh makanan dari induknya dengan perantara tali pusat atau plasenta.
- Pertumbuhan janin relatif lambat.
- Bentuk tubuh anak yang lahir sama dengan bentuk tubuh induk.
- Mempunyai daun telinga
- Induk betina menyusui anaknya
Hewan menyusui anaknya disebut mamalia. Contohnya kambing, gajah, kucing, singa, tikus,kerbau.

2. Perkembangbiakan hewan dengan bertelur (Ovipar)
Ciri-ciri sebagai berikut :
- Janin tumbuh di luar tubuh induk betina tetapi di dalam telur bercangkang
- Janin memperoleh makanan dari cadangan makanan yang tersimpan dalam telur
- Janin tumbuh relatif cepat
- Bentuk tubuh anak umumnya sama dengan bentuk tubuh induknya
- Tidak mempunyai daun telinga
- Tidak mempunyai kelenjar susu.

3. Perkembangbiakan Hewan dengan Bertelur dan Melahirkan  (Ovovipar)
Kadal sebenarnya merupakan hewan bertelur tetapi telurnya menetas di dalam tubuh induk betina kemudian anaknya keluar dari tubuh induk betina.
Ciri-ciri Ovovivipar sama dengan ciri-ciri ovipar.

Manfaat Bakau, Tumbuhan Penjaga Pesisir Pantai






Saya akan membahas tentang tumbuhan bakau dan berbagai manfaat yang di milikinya. Bakau merupakan tumbuhan unik yang terdapat di muara sungai, daerah pasang surut dan pesisir laut. Tumbuhan ini unik , karena memiliki ciri-ciri gabungan dari tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Bakau memiliki akar napas, yang berfungsi menyerap oksigen dari udara. Ini merupakan cara adaptasi tumbuhan terhadap kondisi tanah yang miskin oksigen


Keberadaan bakau di lingkungannya memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai berikut.

1. Melindungi pantai dari erosi dan abrasi
Adanya bakau di pesisir pantai bermanfaat untuk menjaga agar garis pantai tetap stabil dan tidak terkikis oleh terpaan ombak.
2. Menahan rembesan air laut ke darat.
3. Sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah industri.
4. Menciptakan udara pesisir yang bersih dan segar.
5. Menjadi habitat alami berbagai biota darat dan laut.
6. Mengurangi dampak bencana akibat gelombang laut, seperti badai dan gelombang pasang.

Sejarah Kopi dan Pemprosesan Kopi


Para penggemar kopi,  yang belum tau sejarah kopi baca ini dulu yuk

    Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang di budidayakan lebih dari 50 negara.
Dua varietas kopi yang terkenal adalah kopi robusta (Coffea nephora) dan kopi arabika (Coffea arabica).

Sejarah Kopi dan Pemprosesan Kopi    Pemrosesan kopi melalui proses yang panjang yaitu dari pemanenan biji kopi yang telah matang baik dengan cara mesin maupun dengan tangan kemudian dilakukan pengeringan lalu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi. Setelah di sangrai biji kopi dihaluskan atau digiling menjadi bubuk kopi. Baru kopi dapat di seduh dan di nikmati.

    Sejarah mencatat kopi ditemukan pertama kali oleh bangsa Etiopia Di Benua Afrika sekitar 3000 tan ( 1000 SM ) yang lalu. Indonesia sendiri menghasilkan 400 ribu ton kopi per tahunnya. Daerah penghasil kopi di Indonesia antara lain Aceh, Sumatra Utara, Lampung, Priangan dan Ambarawa. Kelima daerah itu memiliki jenis kopi yang sangat enak.

    Kopi merupakan salah satu tanaman tropis yang tumbuh pada ketinggian antara 300 sampai dengan 1.850 meter diatas permukaan laut. Suhu yang dibutuhkannya untuk dapat tumbuh dengan baik antara 17o – 24oC. Dan curah hujan 1.500 –  2.500 mm/tahun.

    Sebagai Vegetasi di pegunungan, pohon kopi juga berfungsi mencegah terjadinya erosi. Gugus tanaman kopi yang di tanam berjajar rapi dengan jarak dua meter menahan derasnya aliran air sehingga tanah tidak terkikis terbawa air.

    Di balik secangkir kopi yang biasa kita minum setiap hari, dapat diketahui bahwa faktor lingkungan mempengaruhi pertumbuhan dan rasa kopi. Lingkungan yang tepat akan memberikan hasil yang baik dalam setiap seduhannya.

Demikian artikel tentang sejarah kopi dan pemprosesan kopi, mudah-mudahan bermanfaat.

Selasa, 11 Oktober 2016

Mengenal Indonesia Tanah Airku






Mari kita mengenal tentang Negara tercinta kita Indonesia


1. Letak Indonesia
Nama negara kita adalah Republik Indonesia dengan jumlah pulau lebih dari 17.508 buah. Indonesia terletak pada 6o LU – 11o LS dan 95o BB – 141o BT. Berada di daerah katulistiwa. Oleh sebab itu, tanah air kita terkenal dengan sebutan Zamrud Khatulistiwa. Luas wilayah Indonesia seluruhnya 5.193.252km2

2. Bentuk Negara Indonesia
Negara Indonesia berbentuk Negara Kesaturan Republik Indonesia dengan falsafah Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda beda suku bangsa, agama, bahasa, dan adat istiadat, namun tetap satu jua.

3. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia
Sistem pemerintahan berdasarkan Demokrasi Pancasila yang berarti dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi pancasila artinya demokrasi berdasarkan musyawarah untuk mufakat.

4. Dasar Negara Indonesia
Dasar negara kita adalah Pancasila

5. Bendera Kebangsaan Negara Indonesia
Bendera negara kita Merah Putih.

6. Lagu Kebangsaan Negara Indonesia
Lagu kebangsaan kita Indonesia Raya di ciptakan oleh Wr. Supratman.

7. Bahasa Persatuan Negara Indonesia
Bahasa persatuan kita Bahasa Indonesia

8. Lambang Negara Indonesia
Lambang Negara kita Garuda Pancasila.

Wayang , Jinising Wayang Pewayangan



 Wayang merupakan salah satu kesenian budaya di Indonesia, berikut adalah jenis wayang / pewayangan

1.    Wayang Beber                     : Wayang wujud gambar jejeran, saka kertas kandel/mori
                                                    sing   wis di gambari.           
                                                    Critane R. Panji Inu Kertapati lan Dewi Sekartaji.
2.    Wayang Gedhog /Wasana    : Wayang sing kagawe saka lulang.
                                                    Critane R. Panji Inu Kertapati.
3.    Wayang Golek                     : Wayang saka kayu kawangun golek Critane Mahabarata
                                                    lan Ramayana.
4.    Wayang Jemblung                : Wayang saka kayu kawangun wong.
                                                    Sumebar in daerah pesisir lor pulo Jawa, Blora, Cepu.
                                                    Creitane bab Babad (kaya kethoprak).
5.    Wayang Kancil / Dupara      : Wayang kang kagawe saka lulang. Cerita kancil.
6.    Wayang Klithik                    : Wayang kang kagawe saka kayu gepeng
7.    Wayang Krucil                     : Wayang saka lulang cilik-cilik, tangane wudhar siji,
                                                    sijine malangkerik. Critane bab Babad.
8.    Wayang Madya                   : Wayang saka lulang, malika jaman Demak.
                                                    Critane Mahabarata.
9.    Wayang Menak                   : Wayang saka kayu kawangun wong.
                                                    Critane Wong Agung Jayengrana, Umarmaya,
                                                    lan Umarmadi (dakwah agama islam).
10.    Wayang Potehi                  : Wayang wujud boneka, cilik-cilik.
                                                    Critane jaman KratonTar Tar / Babad Cina.
11.    Wayang Purwa                  : Wayang sing kagawe saka kulit (lulang).
                                                    Critane Mahabarata lan Ramayana.
12.    Wayang Suluh/Pancasila    :  Wayang saka lulang Kawangun wong.
                                                    Ceritane Panguripane wong.
13.    Wayang Wahyu                 :  Wayang saka lulang kawangun wong.
                                                     Critane bab penerangan agama (Katholik)
14.    Wayang Wong                   :  Wayang sing ditindakake dening wong.
                                                     Critane Mahabarata lan Ramayana  Jinising wayang

Senin, 03 Oktober 2016

Sahabat Umar dan kaitannya dengan Al-Maidah 51


Sahabat Umar dan kaitannya dengan Al-Maidah 51

Ini adalah kisah yang dikutip oleh Ibu Katsir dalam kitab tafsirnya, ketika ia membahas ayat di surat Al-Maidah 51.  “Bahwasanya Umar bin Khathab memerintahkan Abu Musa Al Asy’ari bahwa pencatatan pengeluaran dan pemasukan pemerintah dilakukan oleh satu orang. Abu Musa memiliki seorang juru tulis yang beragama Nasrani. Abu Musa pun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas tadi. Umar bin Khathab pun kagum dengan hasil pekerjaannya,

 Ia berkata: “Hasil kerja orang ini bagus, bisakah orang ini didatangkan dari Syam untuk membacakan laporan-laporan di depan kami?” Abu Musa menjawab: “Ia tidak bisa masuk ke tanah Haram.” Umar bertanya: ‘Kenapa? Apa karena ia junub?” Abu Musa menjawab: “Bukan, karena ia seorang Nasrani.” Umar pun menegur dengan keras dan berkata,”Pecat dia.” Umar lalu membacakan ayat tadi,”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin…”

Riwayat inilah yang kini dijadikan contoh teladan oleh banyak orang, untuk menolak pemimpin non muslim. Orang-orang Indonesia, hidup di abad 21, menjadikan orang Arab yang hidup di abad 7, sebagai contoh teladan. Hidupnya dijalani dengan mencontoh orang itu.

Baiklah, mari kita bayangkan realisasinya. Anda seorang pejabat negara. Atau Anda seorang pemegang amanah di perusahaan. Anda punya staf yang hebat, ia ahli dan terampil dalam melakukan pekerjaan. Ia bisa menyediakan solusi untuk berbagai masalah yang sedang Anda hadapi. Tapi ia Nasrani. Anda enggan mengangkat dia. Anda memilih untuk mengangkat orang lain yang kemampuannya jauh di bawah orang tadi, hanya karena dia muslim. Adilkah?

Abaikanlah soal keadilan, karena ini toh soal orang kafir yang tak perlu kita risaukan benar bagaimana nasibnya. Pikirkan saja soal pekerjaan dan amanah yang Anda pegang. Anda membutuhkan orang yang bisa diandalkan. Kebetulan hanya orang tadilah yang bisa diandalkan. Tapi karena Anda mencontoh Umar, Anda tak memakainya. Apa yang akan terjadi pada amanah yang Anda pegang? Anda tak bisa menjalankannya dengan sempurna.

Lalu, cobalah kalau keadaanya dibalik. Ada seorang muslim yang hebat, kebetulan bekerja di bawah seorang non muslim. Sama seperti tadi, ia tak dipakai, tak dipromosikan, hanya karena dia seorang muslim. Apa yang Anda pikirkan? Anda mungkin akan ribut protes, ini diskriminasi. Anda bahkan akan menganggap ini permusuhan terhadap Islam. Mengapa kalau hal yang sama Anda laukan Anda tidak menganggapnya diskriminasi, melainkan ibadah?

Banyak orang bedalih,”Saya tidak membenci orang kafir. Saya punya banyak teman non muslim. Dalam hal ini saya hanya menjalankan perintah Allah. Nothing personal.” Iyakah? Kalau Anda berlaku seperti itu, Anda masih yakin hubungan Anda dengan orang-orang non muslim baik-baik saja? Jangan-jangan Anda mengalami delusi.

Bayangkan bila Anda menghalangi orang dari promosi. Atau Anda memecat orang. Alasannya, ia non musim. Bagaimana mungkin Anda akan baik-baik saja dengan orang-orang di sekitar Anda? Sadarkah bahwa Anda sedang menipu diri? Kalau tidak sadar, Anda sedang mengalami delusi.
Umar itu hidup di abad 7. Ia bertindak sesuai kebutuhan masa itu. Kita hidup di abad 21, seharusnya bertindak sesuai kebutuhan zaman kita. Sadarilah itu.